BeritaRakyatPost.com. Medan –Kondisi kualitas udara di Kota Medan, Deli Serdang, dan sejumlah wilayah di Sumatera Utara Serta profinsi Kalimantan dan di wilayah Indonesia kini berada dalam status Siaga . Pekatnya kabut asap kiriman akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari berbagai titik di Pulau Sumatera mulai rabu 14/10/2026. mengancam kesehatan masyarakat secara luas.
Berdasarkan data terbaru dari Stasiun Pemantauan Kualitas Udara (AQMS), indeks kualitas udara menunjukkan penurunan yang sangat signifikan. Di kawasan , Medan, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) tercatat menyentuh angka 136. Angka ini menempatkan kualitas udara dalam kategori Tidak Sehat , dengan dominasi partikel halus PM2.5 yang sangat berbahaya bagi sistem pernapasan manusia.
Merespons situasi yang kian mengkhawatirkan ini, Pemerintah Kota Medan melalui Dinas Lingkungan Hidup mengeluarkan imbauan agar warga membatasi aktivitas di luar ruangan. Jika terpaksa keluar, masyarakat diwajibkan mengenakan masker standar medis demi meminimalisir dampak buruk polusi asap.
Di sisi lain, krisis kabut asap ini memicu reaksi keras dari Rakyat . Masyarakat menilai pemerintah pusat harus mengambil langkah luar biasa untuk melindungi rakyat dari ancaman kesehatan yang nyata ini. Di tengah kesulitan ekonomi yang sedang menghimpit, beban rakyat kini bertambah dengan risiko penyakit pernapasan akibat asap yang terus meluas.
Rakyat kini menaruh harapan besar pada kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Sebagai pemimpin yang telah diberi amanat oleh rakyat, Presiden didesak untuk bersikap tegas terhadap pelaku karhutla dan segera menginstruksikan penanganan krisis kesehatan ini secara menyeluruh. Ketegasan pemerintah pusat sangat dinantikan. agar kabut asap yang meresahkan ini tidak terus berlarut dan mengorbankan Kesehatan dan nyawa rakyat kecil. ( pardiku)


