Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumatera Utara, Budi Cahyanto, mengatakan tambahan pasokan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga ketahanan pangan di daerah, terutama dalam menghadapi dinamika kebutuhan dan harga beras di pasaran.
“Kami menerima tambahan dari stok nasional sekitar 46.000 ton beras secara bertahap sampai September 2026 ini,” ujar Budi.
Menurutnya, dengan tambahan pasokan tersebut, ketersediaan beras di gudang Bulog Sumut semakin memadai. Stok itu disiapkan untuk mendukung berbagai program pemerintah, termasuk bantuan pangan kepada masyarakat serta pelaksanaan operasi pasar dan program stabilisasi harga.
Bulog memastikan persediaan beras yang tersedia tidak hanya diperuntukkan bagi kebutuhan rutin, tetapi juga sebagai cadangan strategis apabila terjadi peningkatan kebutuhan masyarakat pada periode tertentu.
Keberadaan stok yang cukup juga diharapkan dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat terkait ketersediaan bahan pangan pokok, khususnya beras, di tengah fluktuasi harga yang dapat terjadi di pasar.
Budi menegaskan Bulog terus melakukan pengelolaan stok secara terukur agar kualitas beras tetap terjaga sebelum disalurkan kepada masyarakat melalui berbagai program pemerintah.
Selain memperkuat cadangan di tingkat regional, tambahan pasokan dari stok nasional tersebut juga memberi ruang bagi Bulog Sumut untuk meningkatkan intervensi pasar apabila diperlukan guna menjaga stabilitas harga.
“Yang terpenting, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras. Bulog terus memastikan stok tetap aman dan siap disalurkan sesuai kebutuhan,” katanya.
Dengan masuknya tambahan 46.000 ton beras secara bertahap, Bulog Sumut berharap ketahanan pangan daerah semakin terjaga dan kebutuhan masyarakat hingga beberapa waktu ke depan dapat terpenuhi dengan baik.


