Volume penyaluran tersebut meningkat dibandingkan pekan sebelumnya yang berada pada kisaran 300 hingga 350 ton per hari. Peningkatan distribusi dilakukan sebagai bentuk respons terhadap kebutuhan masyarakat terhadap beras dengan harga terjangkau.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumatera Utara, Budi Cahyanto, mengatakan percepatan distribusi dilakukan melalui berbagai saluran yang telah bekerja sama dengan Bulog.
Beras SPHP disalurkan ke sejumlah mitra agen, pasar tradisional, jaringan Rumah Pangan Kita (RPK), serta melalui jaringan distribusi pangan lainnya agar lebih mudah dijangkau masyarakat di berbagai wilayah Sumatera Utara.
“Penyaluran terus kami tingkatkan agar masyarakat dapat memperoleh beras dengan harga yang sesuai dengan ketentuan pemerintah,” ujar Budi.
Beras SPHP tersebut dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp13.100 per kilogram. Program ini diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen untuk menjaga daya beli masyarakat.
Menurut Budi, tingginya volume distribusi merupakan bagian dari upaya Bulog memastikan beras tersedia secara merata, terutama pada wilayah dan pasar yang membutuhkan tambahan pasokan.
Bulog juga terus memantau perkembangan distribusi dan kondisi harga di lapangan untuk memastikan program SPHP berjalan efektif dan tepat sasaran.
Dengan penyaluran mencapai 450 ton setiap hari, Bulog Sumut berharap tekanan terhadap harga beras di tingkat konsumen dapat dikendalikan. Kehadiran beras SPHP di pasar diharapkan memberikan alternatif bagi masyarakat untuk memperoleh beras berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau.
Bulog pun mengimbau masyarakat untuk membeli beras sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan karena ketersediaan stok terus dijaga melalui pasokan dan distribusi yang berkelanjutan.


