MEDAN (BeritaRakyatPost) , Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan menyatakan siap memaksimalkan tambahan anggaran infrastruktur sebesar Rp100 miliar yang bersumber dari Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Kota Medan dan diintegrasikan dalam Perubahan APBD (P-APBD) Tahun Anggaran 2026.Kepala Dinas SDABMBK Kota Medan, Khairul Azmi, Senin (24/8) mengatakan seluruh jajaran teknis telah mempersiapkan langkah percepatan pelaksanaan program setelah anggaran tersebut disahkan secara resmi.
Menurutnya, tambahan anggaran tersebut akan dimanfaatkan untuk menangani sejumlah kebutuhan infrastruktur yang menjadi prioritas masyarakat, khususnya perbaikan jalan dan pembangunan sistem drainase.
“Begitu anggaran disahkan dan seluruh proses administrasi selesai, kami siap bergerak. Tentunya pelaksanaan pekerjaan tetap mengikuti mekanisme dan ketentuan yang berlaku,” ujar Khairul Azmi.
Ia menjelaskan, keterbatasan waktu dalam tahun anggaran menjadi salah satu pertimbangan utama dalam menentukan pola pelaksanaan pekerjaan. Karena itu, proyek yang dibiayai melalui tambahan anggaran tersebut akan diprioritaskan pada paket pekerjaan yang dapat diselesaikan dalam waktu relatif singkat.
Dinas SDABMBK, kata dia, menargetkan sejumlah paket pekerjaan fisik dapat diselesaikan dalam kurun waktu sekitar dua hingga tiga bulan, dengan tetap menyesuaikan proses pengadaan, kondisi lapangan dan ketentuan kontrak.
Medan Utara Jadi Prioritas
Kawasan Medan Utara disebut menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian dalam pemanfaatan tambahan anggaran tersebut. Wilayah ini dinilai membutuhkan penanganan infrastruktur yang lebih intensif, terutama untuk mendukung aktivitas masyarakat dan perekonomian.
Program yang akan menjadi perhatian antara lain perbaikan dan peningkatan jalan, penanganan ruas jalan yang kondisinya rusak, serta pembangunan dan perbaikan sistem drainase.
Selain itu, penanganan kawasan rawan genangan juga menjadi salah satu fokus agar infrastruktur yang dibangun dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
“Medan Utara menjadi salah satu kawasan yang perlu mendapatkan perhatian serius. Infrastruktur jalan dan drainase harus terus ditingkatkan sesuai kebutuhan masyarakat,” katanya.
Prioritaskan Konstruksi Beton
Dalam pelaksanaan sejumlah pekerjaan, Dinas SDABMBK mempertimbangkan penggunaan konstruksi berbasis beton atau rigid pavement, terutama pada ruas yang membutuhkan ketahanan lebih tinggi.
Pemilihan metode konstruksi tersebut akan disesuaikan dengan kondisi tanah, intensitas kendaraan, kondisi lingkungan, serta kebutuhan teknis di masing-masing lokasi.
Menurut Khairul Azmi, penggunaan konstruksi yang tepat penting untuk memastikan infrastruktur memiliki daya tahan yang baik dan dapat digunakan masyarakat dalam jangka waktu yang lebih panjang.
Selain pembangunan jalan, sistem drainase juga akan menjadi perhatian. Pembangunan saluran, termasuk penggunaan konstruksi u-ditch pada lokasi tertentu, akan disesuaikan dengan kebutuhan dan perencanaan teknis.
Pengawasan Mutu Diperketat
Khairul Azmi menegaskan percepatan pelaksanaan pekerjaan tidak berarti mengabaikan kualitas. Dinas SDABMBK akan melakukan pengawasan terhadap setiap proyek untuk memastikan pekerjaan dilaksanakan sesuai spesifikasi dan ketentuan yang telah ditetapkan.
Tim teknis dan pengawas akan melakukan pemantauan di lapangan selama pekerjaan berlangsung.
“Waktu pelaksanaan memang terbatas, tetapi kualitas tetap menjadi perhatian. Setiap pekerjaan harus memenuhi spesifikasi yang telah ditentukan,” tegasnya.
Ia menambahkan, transparansi pelaksanaan program juga menjadi bagian penting dalam penggunaan anggaran publik. Dinas SDABMBK akan melakukan pengendalian dan pemantauan terhadap progres pekerjaan agar pelaksanaan pembangunan dapat berjalan sesuai rencana.
Dengan tambahan anggaran Rp100 miliar tersebut, Pemko Medan diharapkan dapat mempercepat penanganan sejumlah persoalan infrastruktur, khususnya jalan dan drainase, sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Dinas SDABMBK Kota Medan berharap seluruh tahapan penganggaran dan administrasi dapat berjalan lancar sehingga pekerjaan yang direncanakan dapat segera direalisasikan sesuai ketentuan dan target yang telah ditetapkan.

