Minyak Karo dan Madu Dominasi Penjualan UMKM Disperindag ESDM Sumut di PRSU Medan
MEDAN – (Beritarakyatpost) Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi, dan Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Sumatera Utara mencatat penjualan komoditas minyak Karo tradisional dan madu murni mendominasi transaksi di paviliun mereka dalam ajang Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) 2026 di Jalan Jenderal Gatot Subroto, Kota Medan, Sabtu (11/7/2026).
Sebanyak 20 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan dari berbagai kabupaten dan kota se-Sumatera Utara dilibatkan langsung dalam pameran ini. Langkah strategis tersebut diambil guna memperluas akses pasar sekaligus memperkenalkan potensi industri rumahan lokal secara lebih luas kepada masyarakat urban.
Petugas stan Disperindag ESDM Sumut, Rafli Anshori, menjelaskan bahwa tingginya permintaan terhadap minyak Karo dan madu dipicu oleh meningkatnya kesadaran masyarakat Kota Medan terhadap keandalan produk kesehatan herbal lokal. Setiap harinya, kedua jenis produk ini habis diburu pengunjung, mengungguli komoditas pangan olahan dan kerajinan tangan yang juga dipajang di lokasi.
Selain transaksi penjualan langsung, dinas terkait juga memanfaatkan momentum PRSU ke-50 ini untuk memberikan layanan pendampingan legalitas usaha dan edukasi standardisasi kemasan secara gratis bagi para pelaku industri rumahan. Upaya ini difokuskan untuk mempercepat proses sertifikasi halal dan izin edar agar produk lokal memiliki daya saing yang kuat di pasar nasional.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berharap promosi intensif selama pameran ini mampu memperluas jaringan distribusi para pelaku UMKM melalui skema kemitraan jangka panjang dengan sektor ritel modern. Ke depan, pembinaan pascapameran akan terus dioptimalkan guna memastikan kesinambungan produksi dan stabilitas kualitas komoditas unggulan daerah tersebut.
Rafli mengatakan, tingginya antusiasme masyarakat selama penyelenggaraan PRSU menjadi peluang besar bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk unggulan daerah kepada konsumen yang lebih luas. Menurutnya, banyak pengunjung tidak hanya melakukan pembelian, tetapi juga menjalin komunikasi untuk peluang kerja sama pemasaran dan distribusi produk ke luar daerah.
Ia menambahkan, Disperindag ESDM Sumut terus mendorong pelaku UMKM agar mampu meningkatkan kualitas produk, mulai dari kemasan, branding, hingga pemasaran digital. Dengan demikian, produk-produk lokal Sumatera Utara tidak hanya mampu bersaing di pasar regional, tetapi juga memiliki peluang menembus pasar nasional bahkan ekspor.
Melalui keikutsertaan dalam PRSU 2026, Disperindag ESDM Sumut berharap omzet para pelaku UMKM binaan terus meningkat serta mampu memperkuat perekonomian daerah. Pameran ini juga diharapkan menjadi sarana efektif untuk memperluas jejaring usaha, meningkatkan daya saing produk lokal, serta mendorong lahirnya pelaku usaha baru yang mampu mengangkat potensi unggulan Sumatera Utara ke pasar yang lebih luas.
