Asri Ludin Lepas 10 Kepala Desa Deli Serdang Belajar di UI
MEDAN (Beritarakyatpost) – Bupati Deli Serdang, Asri Ludin Tambunan melepas 10 kepala desa untuk mengikuti Program Kepala Desa Masuk Kampus (KDMK) Angkatan II yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri melalui Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa di Universitas Indonesia (UI).
Pelepasan dilakukan di sela kegiatan Berjemur atau Bupati Berjumpa Rakyat di Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Jumat (10/7). Para kepala desa dijadwalkan mengikuti program di UI pada 13 hingga 16 Juli 2026.
Program KDMK merupakan bagian dari Program Pemerintahan Desa Berdampak Tahun 2026. Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat kapasitas kepemimpinan kepala desa dan meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan desa.
“Beruntung Deli Serdang bisa mengirimkan 10 kepala desa untuk belajar di kampus ternama. Harapannya, pulang dari sana bawalah pembelajaran itu untuk memajukan desa menjadi lebih maju dan lebih baik lagi,” ujar Asri.
Asri berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama mengikuti program tidak hanya menjadi pengetahuan pribadi kepala desa. Hasil pembelajaran harus diterapkan dalam pelayanan publik dan pembangunan di desa masing-masing.
Menurutnya, kepala desa saat ini dituntut mampu mengikuti perkembangan dan memahami kebutuhan masyarakat. Pengelolaan pemerintahan desa juga harus semakin berbasis data serta memiliki perencanaan yang jelas.
Pemkab Deli Serdang berharap para peserta mampu melahirkan inovasi sesuai potensi lokal desa. Potensi ekonomi, pelayanan masyarakat dan tata kelola pemerintahan dinilai harus dikembangkan secara bersamaan.
Keikutsertaan 10 kepala desa tersebut juga diharapkan menjadi pemicu bagi pemerintah desa lainnya untuk meningkatkan kapasitas aparatur. Pemerintah desa tidak boleh berhenti melakukan pembenahan terhadap kualitas pelayanan.
Asri menekankan pembangunan Deli Serdang tidak dapat hanya bertumpu pada pemerintah kabupaten. Desa memiliki peran penting karena bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Melalui program tersebut, para kepala desa diharapkan membawa perubahan nyata setelah kembali ke daerah dan mampu menerapkan hasil pembelajaran untuk mempercepat pembangunan desa.
