Sukses Turunkan Angka Stunting Hingga 2,43 Persen di Triwulan Kedua 2026
MEDAN — (Beritarakyatpost) Upaya bersama dalam mengatasi masalah gizi kurang di Sumatera Utara memberikan hasil yang baik pada pertengahan tahun ini. Dinkes Sumut mencatat penurunan angka anak yang mengalami keterlambatan pertumbuhan sebesar 2,43 persen pada tiga bulan kedua tahun 2026 jika dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya.
Keberhasilan ini didorong oleh gabungan Program Bantuan bagi Keluarga Berisiko Stunting dan kelancaran Program Berobat Gratis (PROBIS).
Kerja sama yang terus terjalin antara jajaran dinas kesehatan dengan perwakilan lembaga kependudukan menjadi kunci utama keberhasilan penurunan angka ini.
Pihak dinas menyampaikan bahwa pemeriksaan berkala dan penanganan gizi berbasis Posyandu akan terus diperketat di wilayah kota Medan dan sekitarnya agar penurunan ini tetap berjalan sampai mencapai target bebas stunting sesuai harapan nasional.
Penurunan yang nyata ini tercapai karena perubahan cara penanganan yang kini lebih menitikberatkan pada masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan.
Dinas Kesehatan memperketat pemantauan kesehatan mulai dari ibu hamil, ibu menyusui, hingga anak berusia dua tahun. Setiap ibu hamil dianjurkan melakukan pemeriksaan kehamilan minimal enam kali selama masa kehamilan untuk memantau pertumbuhan janin dengan baik.
Selain pemeriksaan medis, perbaikan lingkungan tempat tinggal dan penyediaan air bersih juga ditingkatkan di desa-desa yang menjadi lokasi penanganan.
Data menunjukkan bahwa anak yang tinggal di lingkungan dengan sanitasi yang kurang baik cenderung lebih sering jatuh sakit seperti diare, yang menjadi salah satu penyebab tubuh tidak menyerap gizi dengan baik sehingga memicu keterlambatan pertumbuhan.
Pemberian makanan tambahan yang diolah dari bahan lokal juga menjadi bagian penting dalam keberhasilan ini. Bukan hanya memberikan makanan siap saji, Dinkes Sumut mengajak kader Posyandu untuk mengolah bahan makanan yang tersedia di sekitar yang kaya gizi, seperti telur, ikan, dan sayuran menjadi masakan yang disukai balita.
Cara ini terbukti efektif membantu menaikkan berat badan balita yang kurang gizi dalam waktu yang tidak terlalu lama.
Pihak perusahaan dan perguruan tinggi juga turut berperan melalui program pendampingan bagi anak yang berisiko. Melalui kepedulian sosial perusahaan, sejumlah pihak menyalurkan bantuan dan pemenuhan gizi langsung kepada keluarga yang membutuhkan.
Kerja sama dari berbagai pihak ini mempercepat perbaikan kondisi gizi anak-anak di daerah yang masih menghadapi kesulitan ekonomi.
Meskipun hasilnya terlihat baik, Dinkes Sumut menginginkan seluruh jajaran petugas kesehatan di tingkat bawah untuk tetap waspada.
Tujuan jangka panjang adalah agar angka stunting di Sumatera Utara berada di bawah batas yang ditetapkan oleh organisasi kesehatan dunia.
Pemeriksaan setiap bulan akan terus dilakukan untuk mengetahui jika ada wilayah yang kemajuannya belum berjalan sesuai harapan.


