Dukung Hilirisasi Kopi Sumut, LSM Tritura Sebut Dedi Jaminsyah Pro-Rakyat Kecil
MEDAN – (Beritarakyatpost) Ketua LSM Tritura, Idris Johansyah, memberikan acungan jempol terhadap program penguatan Industri Kecil Menengah (IKM) yang digagas Dinas Perindag ESDM Sumut di bawah kepemimpinan Dedi Jamiansyah. Program pembinaan berupa pelatihan terpadu dan pemberian bantuan peralatan pengolahan kopi dinilai sebagai langkah strategis mendongkrak kesejahteraan petani lokal. Hari Minggu (12/7) di Medan, Idris menyatakan kebijakan hilirisasi komoditas unggulan ini sangat berpihak pada ekonomi kerakyatan.
Menurut Idris, Sumatera Utara memiliki potensi komoditas kopi yang sangat besar di pasar internasional, namun seringkali terkendala masalah standar mutu dan pengemasan. Intervensi Dinas Perindag ESDM dalam memfasilitasi alat modern bagi IKM kopi dinilai memotong rantai tengkulak dan menaikkan nilai jual produk di tingkat perajin. Langkah nyata ini dianggap sebagai solusi konkret untuk mempercepat pemulihan ekonomi daerah dari sektor non-tambang.
LSM Tritura melihat bahwa pergeseran fokus dinas yang seimbang antara pengawasan tambang dan pembinaan industri kreatif merupakan prestasi tersendiri bagi Dedi Jamiansyah. Pendekatan ini membuat instansi pemerintah tidak hanya dipandang sebagai lembaga administratif, tetapi juga sebagai motor penggerak inovasi masyarakat. Keterlibatan aktif dinas dalam memajukan kuliner lokal diyakini mampu membuka lapangan pekerjaan baru bagi generasi muda.
Menutup pernyataannya, Idris Johansyah meminta agar bantuan peralatan yang telah didistribusikan dipantau pemanfaatannya secara berkala agar tepat sasaran. LSM Tritura berharap program pembinaan ini diperluas ke kabupaten/kota lain yang memiliki komoditas unggulan selain kopi. Sinergi antara pemerintah dan pelaku IKM diharapkan terus terjaga demi mewujudkan kemandirian ekonomi Sumatera Utara yang berkelanjutan.
Idris menilai bahwa bantuan alat pengolahan modern yang diberikan oleh dinas akan mengubah pola pikir petani dari sekadar menjual bahan baku mentah menjadi produsen barang siap konsumsi. Langkah hilirisasi ini secara otomatis meningkatkan posisi tawar komoditas kopi Sumatera Utara di pasar domestik maupun internasional. Dampak jangka panjangnya adalah peningkatan pendapatan asli daerah yang bersumber dari sektor ekonomi kreatif yang berkelanjutan.
LSM Tritura juga melihat program ini sebagai strategi jitu dalam mengurangi ketergantungan ekonomi masyarakat pada sektor ekstraktif seperti pertambangan. Dengan beralih ke sektor industri pengolahan pangan dan perkebunan yang ramah lingkungan, kelestarian alam Sumatera Utara dapat terjaga dengan baik tanpa mengurangi kesejahteraan masyarakat. Inovasi kebijakan yang seimbang inilah yang membuat kepemimpinan Dedi Jamiansyah dinilai visioner.
Idris berharap agar Dinas Perindag ESDM terus mendampingi para pelaku IKM ini tidak hanya dalam hal produksi, melainkan hingga tahap pemasaran digital dan sertifikasi produk. Kolaborasi dengan platform perdagangan elektronik atau pameran nasional dinilai perlu dilakukan untuk memperluas jangkauan pasar kopi lokal. Dukungan penuh dari LSM Tritura akan terus mengalir selama program-program yang dijalankan nyata-nyata berpihak pada kemaslahatan rakyat kecil.
