Labels

Iklan

Bulog Sumut Turun Serentak ke Pasar, Pastikan Pasokan Beras SPHP Aman

Media Republica Merah Putih
Selasa, 08 September 2026
Last Updated 2026-09-09T01:22:07Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
masukkan script iklan disini


 Bulog Sumut Turun Serentak ke Pasar, Pastikan Pasokan Beras SPHP Aman


MEDAN (BeritaRakyatPost)    Jajaran Perum Bulog Sumatera Utara turun langsung ke sejumlah pasar tradisional di wilayah Sumut untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas harga beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Langkah tersebut dilakukan secara serentak pada 5 September 2026 setelah Kepala Bulog Sumut, Budi Cahyanto, menginstruksikan seluruh pimpinan cabang Bulog di Sumatera Utara melakukan pemantauan langsung terhadap kondisi pasar.

Pemantauan dilakukan sebagai upaya mengantisipasi fluktuasi harga sekaligus memastikan beras SPHP tersedia dan tersalurkan sesuai ketentuan. Kehadiran jajaran Bulog di pasar juga menjadi bagian dari pengawasan terhadap rantai distribusi agar pasokan tidak mengalami hambatan.

Budi Cahyanto menegaskan, Bulog tidak hanya memastikan ketersediaan beras, tetapi juga mengawasi agar beras SPHP dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

"Kami ingin memastikan bahwa pasokan beras SPHP tidak hanya tersedia, tetapi juga dijual sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah," ujar Budi saat melakukan pemantauan.

Menurutnya, pengawasan langsung diperlukan untuk mencegah terjadinya praktik spekulasi maupun penahanan pasokan yang berpotensi memicu kenaikan harga dan merugikan masyarakat.

Selain memantau harga, jajaran Bulog juga memeriksa kondisi beras SPHP yang tersedia di kios-kios mitra, termasuk kelayakan kemasan dan kualitas beras. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan produk yang diterima masyarakat memenuhi standar yang ditetapkan.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Bulog menjaga stabilitas pangan di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap bahan pokok. Intervensi pasar dilakukan sedini mungkin agar potensi kenaikan harga dapat dikendalikan sebelum memberikan tekanan terhadap inflasi daerah.

Bulog Sumut juga mengimbau para pedagang dan mitra penyalur untuk menjaga kelancaran distribusi serta tidak melakukan penimbunan. Dengan demikian, beras SPHP dapat terus tersedia dan mudah dijangkau masyarakat.

Budi menegaskan, pengawasan akan terus dilakukan dengan memastikan seluruh rantai distribusi, mulai dari gudang Bulog hingga ke tingkat konsumen, berjalan sesuai ketentuan.

Bulog Sumut Serap 42.900 Ton Gabah Petani

Di sisi lain, Bulog Sumut juga terus memperkuat ketersediaan cadangan pangan melalui penyerapan hasil panen petani lokal.

Hingga 5 September 2026, realisasi penyerapan gabah petani di Sumatera Utara tercatat mencapai 42.900 ton. Capaian tersebut menjadi bagian penting dari upaya Bulog memperkuat Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) sekaligus menjaga harga gabah di tingkat petani.

Budi Cahyanto mengatakan, realisasi penyerapan tersebut masih berpotensi meningkat seiring dengan sejumlah daerah sentra produksi padi di Sumatera Utara yang memasuki periode panen.

"Penyerapan sebesar 42.900 ton gabah ini merupakan hasil kerja keras tim di lapangan serta sinergi yang baik dengan para petani lokal," katanya.

Bulog, lanjut Budi, akan terus mengoptimalkan kapasitas gudang dan fasilitas pengolahan yang dimiliki untuk menyerap hasil panen petani. Upaya tersebut dilakukan agar hasil produksi petani memiliki kepastian pasar sekaligus dapat memperkuat stok pangan pemerintah.

Untuk mempercepat penyerapan, tim Bulog menerapkan strategi jemput bola dengan mendatangi langsung kelompok tani, penggilingan, dan sentra produksi. Pola tersebut diharapkan dapat memperpendek rantai distribusi serta memberikan kepastian kepada petani dalam memasarkan hasil panennya.

Penyerapan gabah dalam jumlah besar juga dinilai memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat perdesaan. Petani memiliki pasar yang lebih pasti ketika memasuki masa panen, sementara Bulog memperoleh tambahan stok untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.

Fasilitas pengeringan (dryer) dan gudang penyimpanan di berbagai unit pengolahan juga terus dioptimalkan untuk menjaga kualitas gabah yang telah diserap. Dengan pengelolaan pascapanen yang baik, gabah dapat disimpan lebih lama dan tetap memenuhi standar sebelum diproses menjadi beras.

Ketersediaan stok dari hasil produksi petani lokal sekaligus memperkuat ketahanan pangan Sumatera Utara. Semakin besar serapan produksi dalam negeri, semakin kuat pula kemampuan daerah menjaga pasokan beras tanpa terlalu bergantung pada pasokan dari luar daerah.

Bulog Sumut optimistis sinergi antara pemerintah, Bulog, petani, penggilingan dan para pelaku distribusi akan terus diperkuat. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara kepentingan petani sebagai produsen dan masyarakat sebagai konsumen.

Dengan pengawasan distribusi SPHP di hilir dan penyerapan gabah petani di hulu yang berjalan beriringan, Bulog Sumut berupaya memastikan ketersediaan beras tetap aman sekaligus menjaga stabilitas harga pangan di Sumatera Utara.

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl