Guna Cetak Generasi Emas, Kadisdik Sergai Perkuat Sinergi Lintas Sektor Pokja PAUD
MEDAN (beritarakyatpost) – Peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini (PAUD) menjadi salah satu perhatian Dinas Pendidikan Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) dalam mempersiapkan generasi berkualitas di masa depan.
Pada Kamis, 20 Agustus 2026, Kepala Dinas Pendidikan Sergai, Raden Cici Sistiyansah, S.Sos, mendampingi Bupati Serdang Bedagai dalam kegiatan penguatan program Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD tingkat kabupaten.
Dalam kegiatan tersebut, ditekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk membangun fondasi generasi emas sejak usia dini. Sinergi tidak hanya melibatkan satuan PAUD dan tenaga pendidik, tetapi juga kader posyandu serta berbagai pihak terkait.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mengintegrasikan aspek pendidikan, kesehatan, gizi, serta stimulasi tumbuh kembang anak secara berkelanjutan.
Raden Cici Sistiyansah mengatakan masa usia dini merupakan periode penting dalam pembentukan karakter dan kemampuan dasar anak. Karena itu, peningkatan kualitas layanan PAUD harus menjadi perhatian bersama.
Dinas Pendidikan Sergai juga terus mendorong pemerataan layanan PAUD berkualitas di seluruh desa. Salah satu targetnya adalah memastikan setiap desa memiliki setidaknya satu layanan PAUD yang memenuhi standar kualitas dan akreditasi.
Selain pemerataan layanan, peningkatan kompetensi pendidik PAUD juga menjadi perhatian. Evaluasi dan pembinaan dilakukan untuk memastikan proses pembelajaran berlangsung sesuai kebutuhan perkembangan anak, dengan pendekatan bermain sambil belajar yang menyenangkan.
Menurut Raden Cici, pembelajaran pada usia dini tidak boleh dilakukan dengan metode yang terlalu kaku. Lingkungan belajar harus mampu memberikan rasa aman sekaligus mendorong kreativitas dan perkembangan anak.
Penguatan program PAUD juga mendapat perhatian dari unsur Ombudsman RI. Pengawasan pelayanan publik diharapkan dapat memperkuat transparansi dan mencegah potensi maladministrasi, termasuk dalam pengelolaan bantuan operasional serta proses penerimaan peserta didik.
Tantangan berikutnya adalah pemerataan sarana dan alat permainan edukatif, khususnya di wilayah perkebunan dan pesisir. Perbedaan kondisi geografis Sergai membuat akses terhadap fasilitas pendidikan masih perlu terus diperkuat.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Dinas Pendidikan tengah menjajaki kemitraan dengan pihak swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), terutama untuk mendukung pengadaan fasilitas pembelajaran dan permainan edukatif.
Penguatan pendidikan sejak usia dini diharapkan menjadi investasi jangka panjang bagi pembangunan sumber daya manusia Sergai. Keberhasilan program tersebut nantinya diharapkan terlihat dari kesiapan anak-anak memasuki jenjang pendidikan dasar, baik dari sisi kemampuan belajar maupun perkembangan karakter.


