Bulog perwakilan Sumut bergerak cepat Salurkan beras kepada masyarakat.
Medan.(beritarakyatpost) Perum Bulog menerima mandat dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk menyalurkan Bantuan Pangan (Banpang) berupa beras kepada Penerima Bantuan Pangan (PBP). Bantuan ini mencakup tiga alokasi sekaligus, yakni bulan Juli, Agustus, dan September.
Berdasarkan penugasan tersebut, Bulog Perwakilan Sumatera Utara bergerak cepat berkoordinasi dengan pemerintah daerah guna memastikan penyaluran beras dapat terlaksana dan diterima masyarakat dengan segera. Hal ini disampaikan Kepala Perwakilan Bulog Sumut, Budi Cahyanto, dalam keterangannya kepada media. Baru. Baru ini
"Hari ini kami melaksanakan penyaluran Banpang beras di Kelurahan Tambangan Hulu, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebing Tinggi. Serentak, kegiatan peresmian penyaluran juga dilaksanakan di Kabupaten Nias Utara, Asahan, dan Labuhan Batu," tegas Budi.
Di lokasi Kelurahan Tambangan Hulu, sebanyak 16.710 kilogram beras disalurkan bagi 557 penerima, dengan besaran 30 kilogram per PBP. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Kepala Bidang Perekonomian Kota Tebing Tinggi, Camat Padang Hilir, serta seluruh Lurah se-Kecamatan Padang Hilir.
Budi menjelaskan secara keseluruhan untuk Provinsi Sumatera Utara, program ini mencakup 1.739.256 PBP dengan total kuota beras mencapai 52.177.680 kilogram atau setara 52.177 ton. Setiap penerima akan mendapatkan bantuan seberat 30 kilogram secara cuma-cuma. Penyaluran ini meliputi seluruh kabupaten dan kota di Sumut, termasuk Kabupaten Langkat dan Kota Binjai.
Ia menambahkan bahwa bantuan ini diberikan tanpa biaya apa pun dan ditargetkan tuntas disalurkan hingga akhir September 2026. "Kami menghimbau agar beras bantuan ini dikonsumsi sendiri dan tidak diperjualbelikan. Masyarakat dapat melapor kepada pihak berwajib apabila menemukan praktik penjualan beras Banpang," ujarnya.
Sebagaimana diketahui, program ini merupakan langkah pemerintah dalam memenuhi kebutuhan pangan pokok golongan masyarakat tertentu, sekaligus berperan berkelanjutan dalam mengendalikan laju inflasi.
"Sesuai mandat pemerintah kepada Bulog, bantuan alokasi Juli hingga September ini hanya berupa beras seberat 30 kilogram per penerima dan tidak disertai Minyakita sebagaimana pada program sebelumnya," pungkas Budi.


