Diduga Selewengkan Dana Desa, Ratusan Warga Dua Kecamatan Demo di Kantor Bupati Deli Serdang
MEDAN (beritarakyatpost) - Gelombang protes melanda Kantor Bupati Deli Serdang di Lubuk Pakam ketika ratusan warga dari Desa Pertumbukan (Kecamatan Galang) dan Desa Tanjung Purba (Kecamatan Bangun Purba) menggelar aksi unjuk rasa bersama, Senin (27/7). Massa yang datang membawa berbagai spanduk tuntutan mendesak Bupati untuk segera turun tangan mengatasi krisis kepemimpinan di desa mereka.
Dalam orasinya, perwakilan massa menuntut Bupati Asri Ludin Tambunan bertindak tegas dengan mencopot kepala desa mereka masing-masing. Warga menuding adanya indikasi kuat penyelewengan dana desa yang tidak transparan pada beberapa proyek fisik, serta mencuatnya kasus dugaan penganiayaan anak yang melibatkan oknum perangkat desa setempat.
Aksi ketegangan sempat meningkat ketika perwakilan massa mencoba menerobos gerbang utama kantor bupati akibat lambatnya respons dari pejabat terkait yang sedang menggelar rapat pleno di dalam gedung. Warga mengaku kecewa karena laporan tertulis mengenai dugaan korupsi pengerjaan pengaspalan jalan desa bernilai ratusan juta rupiah yang diajukan tiga bulan lalu hingga kini belum membuahkan kejelasan sanksi hukum.
Menanggapi tuntutan warga yang semakin memanas, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Deli Serdang akhirnya keluar menemui massa untuk meredakan situasi. Pihaknya berjanji akan membekukan sementara wewenang administratif keuangan dari kedua kepala desa yang bersangkutan jika dalam pemeriksaan awal ditemukan bukti-bukti kuat permulaan tindak pidana korupsi maupun pelanggaran kode etik berat.
Perwakilan koalisi masyarakat sipil peduli desa menegaskan akan mengawal kasus ini hingga ke ranah hukum pidana jika pemerintah daerah terkesan lamban atau mencoba melindungi oknum pejabat desa tersebut. Mereka memberikan tenggat waktu selama satu pekan ke depan bagi pihak inspektorat untuk mengeluarkan rekomendasi sanksi pencopotan secara resmi.
Aksi unjuk rasa yang berlangsung tertib namun dikawal ketat aparat keamanan ini akhirnya ditemui oleh perwakilan pemerintah kabupaten. Pihak Inspektorat Deli Serdang berjanji akan segera menurunkan tim audit investigasi ke dua desa tersebut guna memeriksa laporan warga secara objektif sebelum Bupati mengambil keputusan final.


